Senin, 22 September 2014 0 komentar

Senja yang kuimpikan



Senja selalu membawa bahagia, ada waktu yang setiap orang tunggu di ujung sore, senyum hangat, sambutan sayang dan lelah yang terlunaskan, kaki-kaki letih berhenti dari melangkah dan peluh terurai menjadi butiran senyum di ujung pintu, ah jika saja aku bisa memiliki waktu, maka sore adalah waktu yang paling ingin kumiliki.
Sebab disana ada wajah hangat menyambut, sore adalah waktu romantis untuk suami pulang kerja, untuk siswa pulang sekolah, untuk seorang mahasiswa pulang kuliah, dan untuk aku bertemu kamu di ujung jalan itu, itulah sebabnya sore adalah waktu yang paling ingin kumiliki.
Suatu hari nanti, jika kelak sore yang kuimpikan tiba, sore yang hangat dipenuhi senja, dengan seluruh kasih sayang dan kehangatan yang kupunya, aku akan menyambutmu di depan pintu rumah kita... tentu saja dengan senyumku yang mampu meluruhkan penatmu..
Lagi-lagi, aku terlalu banyak nonton drama...



22 September 2014

Pakpayoon. 
Jumat, 19 September 2014 0 komentar

Menertawakan diri




Hidup ini selalu menarik, ada saja hal-hal terjadi diluar kendali kita, diluar keinginan bahkan lebih mengejutkan dari rencana yang kita buat. Seperti akhir-akhir ini, beberapa teman yang dekat bercerita banyak hal tentang hidupnya, tentang perasaanya, tentang sakit hatinya, tentang sedih dan lukanya, dan semua yang mereka sampaikan, mereka tanyakan dan memintaku memberi jawaban adalah hal yang aku pun mengalaminya, ah bahkan aku sendiri tak tahu jalannya.
Nay, aku pengen turun berat badan, gimana ya caranya.
Bahkan sampai hari ini aku masih kesulitan menjawabnya.
Ustadzah, gimana si pengen nulis lagi, biar bisa ada inspirasi, ada semangat lagi.
Aku Cuma tertawa, bagaimana mungkin aku tahu, sampai detik ini pun aku tak tahu kata pertama apa yang harus kutulis.
Mba, pernah gak ngerasain rindu sama orang? Sakit ya ternyata memendam rindu.
Lagi-lagi aku Cuma tertawa, kenapa manusia hari ini menjadi gila, aku bahkan sudah muak dengan kata-kata itu, karena terlalu sering aku merasakan dan diam tanpa ada jalan keluar.
Nay, aku stres, berat badanku turun, aku putus sama dia.
Hahaha... gila, sumpah, mereka membuat aku tertawa.
Nay, mba bingung apa mba tinggalin dia yah, terlalu lama kalau harus nunggu dia selesai kuliah, sementara mba udah pengen nikah.
Sampai tawaku yang tak bisa kukendalikan, airmata menetes begitu saja, hidup betul-betul menggelikan.
Aku Cuma ingin duduk santai malam ini, mendengarkan lagu favoritku, memandangi langit malam, berharap ada kunang-kunang datang, melepaskan beban apapun yang ada di pikiran, tanpa ada seorangpun, bahkan tanpa ada kamu di pikiranmu, kosong, hanya aku dengan Tuhan.




190914

Pakpayoon. 
Selasa, 09 September 2014 0 komentar

Kunang-kunang jelek, datanglah 1 menit saja



Kunang-kunang jelek, datanglah malam ini, aku ingin menangis bodoh di hadapanmu, sebab dengan kau mengejekku itu sudah mengambil separuh sesakku yang menumpuk.
Bagaimana aku bisa menyimpan sesak yang begitu dalam, sampai menangis bukan lagi jadi jawaban atas kelegaan, kunang-kunang jelek, datanglah.

Datanglah, aku rindu orang bodoh yang tak pernah punya waktu untuk sekedar menyapaku. 

sebab itu datanglah, tertawakan aku dengan bodohmu... 


09 september 2014
pakpayoon. 


Selasa, 02 September 2014 0 komentar

Bagaimana jika..



Bagaimana jika selama ini aku sudah salah memikirkan seseorang, menyebut nama yang salah dalam do’aku, dan mengeja huruf yang salah pada bait puisiku?
Bagaimana jika selama ini aku sudah salah mengingat seseorang di waktu luangku, membayangkan hal-hal baik di masa depan dengannya padahal dia adalah orang yang salah? Tidak, bukan dia yang salah, tentu saja aku.
Bukankah Tuhan hanya akan memasangkan seseorang sesuai kualitas keduanya, yang baik dengan baik dan pemalas dan bodoh sudah pasti dengan pemalas dan bodoh pula, rasa-rasanya tidak mungkin sekali orang bodoh dengan yang berwawasan luas akan menjadi pasangan baik yang akan mendapat gelar pasangan sempurna. Itu hanya terjadi jika keduanya orang yang gila.
Bagaimana jika itu memang benar, aku sudah salah memilih, sebab mungkin dulu aku sedang tidak waras, lupa diri dan sedang tak menginjak bumi sehingga lupa bahwa dia terlalu tinggi.
Tuhan, apa benar aku salah?



02 September 2014
Pakpayoon.


Jumat, 29 Agustus 2014 0 komentar

Semacam Ilustrasi


Ketika seseorang membuatmu menunggu itu berarti ada hal yang lebih penting dari dirmu yang harus ia kerjakan.

Aku mencoba memberikan perumpamaan, semacam ilustrasi untuk menghibur diri.
Yeah, seperti seseorang yang sedang dalam perjalanan panjang, dalam pencarian, kelelahan karena hal yang sudah ia kerjakan, lalu... lalu... padakulah ia pulang, pada perempuan yang menunggunya di akhir perjalanan, di sudut jalan.
Sebab itu menunggu adalah waktu yang digunakan seseorang untuk berjalan pulang. Dan seperti yang kau tahu, aku berharap perempuan tempatmu pulang adalah aku.

Iya, aku... 


29 Agustus 2014. 
Senin, 18 Agustus 2014 1 komentar

Hari ini aku...




Hari ini aku menemukanmu, pada tetes hujan yang jatuh tepat di sore manisku, memelukku gigil dengan erat, aku larut dalam derasmu.
Hari ini aku menemukanmu, pada jalanan sore yang lengang, aku berjalan sendirian dan kau menatapku dalam bayang-bayang.
Hari ini aku menemukanmu, di langit sore yang kelabu, hujan enggan berhenti, aku kedinginan dan kau memberiku kehangatan dalam pikiran.
Aku terlalu sering menemukanmu, hingga aku tidak lagi bisa membedakan antara nyata dan mimpiku.




Pakpayoon, 18 Agustus 2014 
Jumat, 15 Agustus 2014 0 komentar

Harta karun yang hilang



Hey kunang-kunang malam, kemana perginya kau? Kupikir dengan lagu-lagu galau ini kuputar, cukup membuatmu tergoda mendatangiku, lalu dengan sudah aku tahu kau akan berkata sok tua menasihatiku, ah kau lupa aku lebih tua darimu.. hihi, :-P
Aduh nay, bersiap-siap alzheimer nanti tua sering-seringka galau.
Eh siapa bilang aku galau, lihat dong aku bahagia, kebetulan saja ini liburan kuputar lagu begini, tak ada hubungannya dengan moodku eh.
Seperti biasa aku mengelak.
Alah, palingan bohong lagi.
Si kunang-kunang jelek mulai menyebalkan.
Betulan ini, aku tidak galau, hanya saja.. .
Pandanganku beralih menatap bulan. Hanya untuk mengalihkan biar si kunang-kunang jelek tak menatapku.
Hanya saja apa?
Kunang-kunang mulai memaksa ingin tahu, ih kepo deh, :-P
Pandanganku masih belum beralih, ah biar saja lagian kunang-kunang nyebelin si.
Hanya saja aku sedang ingin melampiaskan kepingan-kepingan harta karunku yang akhir-akhir ini kusembunyikan.
Baru saja kuakui rahasiaku, dan ah dasar kunang-kunang jelek, ternyata dia sudah pergi.
Baguslah, bila dia tahu apa yang akan dia katakan padaku, huft.

Lebih baik dia tidak tahu.. 



15 Agustus 2014

Bagaimana komentar anda dengan postingan saya?

 
;